MAKALAH METODE PEMBELAJARAN “DEBAT”

Disusun Oleh :
1. Fera Peronika ( 1607061283 )
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSADAKHATULISTIWASINTANG
2017/2018
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah,
segala puji, puja serta syukur kita panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, yang
senantiasa memberikan curahan kasih rahmat-Nya kepada hamba-Nya, yang
benar-benar ingin mencari ridha serta inayah-Nya. Tidak lupa rahmat serta
keselamatan semoga tercurah limpah kepada paduka alam, uswah kehidupan muslim
serta penutup para Nabi dan Rasul Allah, yakni Nabi Muhammad Saw. Akhirnya atas
izin Allah SWT makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah
ini penulis sampaikan kepada dosen mata kuliah Metode Pembelajaran sebagai
salah satu tugas mata kuliah tersebut. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih
kepada Bapak/Ibu dosen yang telah berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis.
Penulis
memohon kepada dosen khususnya, umumnya para pembaca barang kali menemukan
kesalahan atau kekurangan dalam karya tulis ini baik dari segi bahasan maupun
isinya harap maklum. Selain itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis
yang akan datang.
DAFTAR
ISI
Halaman
Sampul ......................................................................................................
i
KataPengantar
........................................................................................................ii
Daftar
Isi ..................................................................................................................
iii
BAB
I PEMBAHASAN
...........................................................................................
1
A.
Pengertian Debat Aktif .................................................................................
1
B.
Tujuan Debat Aktif
......................................................................................
3
C.
Aspek-Aspek Debat Aktif ............................................................................
4
D.
Prosedur Metode Debat Aktif
...................................................................... 7
E.
Variasi Metode Debat Aktif
......................................................................... 9
F.
Teknik Dan Taktik Debat Aktif
................................................................... 9
G.
Manfaat Diterapkannya Metode Debat Aktif
.............................................. 10
H.
Kelebihan Dan Kelemahan Metode Debat Aktif ........................................
11
BAB
II PENUTUP
..................................................................................................
13
Kesimpulan
.............................................................................................................
13
DAFTAR
PUSTAKA
..............................................................................................
14
BAB
I
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Debat Aktif
Didalam
era terbuka seperti sekarang ini, debat bisa menjadi sangat penting artinya. Debat
memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan demokrasi tak terkecuali dalam
dunia pendidikan. Di dunia pendidikan, debat bisa menjadi metode berharga untuk
meningkatkan pemikiran dan perenungan terutama jika anak didik diharapkan mampu
mengemukakan pendapat yang pada dasarnya bertentangan dengan diri mereka
sendiri. Metode debat aktif adalah metode yang membantu anak didik menyalurkan
ide, gagasan dan pendapatnya. Kelebihan metode ini adalah pada daya
membangkitkan keberanian mental anak didik dalam berbicara dan bertanggung
jawab atas pengetahuan yang didapat melalui proses debat, baik di kelas maupun
diluar kelas.
Proses debat aktif adalah suatu bentuk
retorika modern yang pada umumnya tercirikan oleh adanya dua pihak atau lebih
yang melangsungkan komunikasi dengan bahasa dan saling berusaha mempengaruhi
sikap dan pendapat orang atau pihak lain agar mereka mau melaksanakan,
bertindak, mengikuti atau sedikitnya mempunyai kecenderungan sesuai dengan apa
yang diinginkan oleh pembicara atau penulis, dengan melihat jenis komunikasinya
lisan atau tulisan.
Debat merupakan forum yang sangat tepat dan
strategis untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan mengasah ketrampilan
berbicara. Debat juga dapat memberikan kontribusi yang menguntungkan bagi
kehidupan manusia. Dalam mengajar bila menggunakan teknik atau metode penyajian
debat, ialah sebuah metode dimana pembicara dari pihak yang pro dan kontra
menyampaikan pendapat mereka, dapat diikuti dengan suatu tangkisan atau
tidakperlu dan anggota kelompok dapat juga bertanya kepada peserta debat atau
pembicara. Debat bisa menjadi metode berharga yang dapat mendorong pemikiran
dan perenungan terutama kalau peserta didik diharapkan mempertahankan pendapat
yang bertentangan dengan keyakinannya sendiri. Ini merupakan metode yang secara
aktif melibatkan setiap peserta didik didalam kelas bukan hanya para pelaku
debatnya saja.
Debat merupakan suatu argumen untuk menentukan
baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut
pendukung afirmatif, dan ditolak, disangkal olehpihak lain yang disebut
penyangkal atau negatif. Perdebatan terjadi akibat adanya perbedaan pendapat
yang muncul akibat adanya dorongan untuk bebas berpendapat. Beda pendapat
adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh setiap individu.
Pada dasarnya debat merupakan suatu latihan
atau praktik persengkataan atau kontroversi. Menurut Hendrikus (2009: 120),
debat pada hakikatnya merupakan saling adu argumentasi antarpribadi atau
antarkelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan untuk suatu pihak.
Ketika berdebat setiap pribadi atau kelompok mencobauntuk saling menjatuhkan
agar pihaknya berada pada posisi yang benar. Menurut Hendrikus (2009: 121) ada
dua bentuk debat. Bentuk debat yang pertama, yaitu
debat
Inggris. Dalam debat ini ada dua kelompok yang berhadapan yaitu kelompok pro
dan kelompok kontra. Sebelum dimulai perdebatan ditentukan terlebih dahulu dua
pembicara dari setiap kelompok.
Debat dimulai dengan memberi kesempatan kepada
pembicara pertama dari salah satu kelompok untuk merumuskan argumentasinya
dengan jelas dan teliti. Pembicara dari kelompok lain menanggapi pendapat
pembicara pertama, tetapi tidak boleh mengulangi pikiran yang sudah
disampaikan. Selanjutnya para pembicara kedua dari setiap kelompok diberi kesempatan
untuk berbicara sesuai urutan pada para pembicara pertama.
Bentuk
debat kedua, yaitu debat Amerika .Dalam debat ini terdapat dua regu yang
berhadapan, tetapi masing-masing regu menyiapkan tema melalui pengumpulan bahan
secara teliti dan penyususnan argumentasi yang cermat. Para anggota kelompok
debat ini adalah orang-orang yang terlatih dalam seni berbicara. Mereka
berdebat di depan sekelompok juri dan publikum. Metode debat aktif ini hampir
mirip dengan bentuk debat Inggris karena kelas dibagi menjadi kelompok pro dan
kelompok kontra yang nantinya setiap kelompok harus ditunjuk satu juru
pembicara dalam mengemukakan argumen tiap-tiap kelompok.
B. Tujuan
Debat Aktif
Bahwasannya
metode debat merupakan metode pengajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memecahkan suatu
permasalahan, menjawab pertanyaan,menambah dan memahami pengetahuan siswa serta
untuk membuat suatu keputusan.
Menurut buku pengarang Ismail SM, M.Ag.
bahwasannya tujuan dari metode debat aktif ini adalah untuk melatih peserta
didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang
controversial serta memiliki sikap demokratis dan saling menghormati terhadap
perbedaan pendapat.
Secara sederhana debat aktif bertujuan untuk
mempengaruhi sikap dan pendapat orang atau pihak lain
agar mereka mau percaya dan akhirnya melaksanakan, bertindak, mengikuti atau
setidaknya mempunyai kecenderungan sesuai apa yang diinginkan dan dikehendaki
oleh pembicara atau penulis, melihat jenis komunikasinya lisan atau tulisan.
Dengan demikian, debat merupakan sarana yang paling fungsional untuk
menampilkan, meningkatkan dan mengembangkan komunikasi verbal dan melalui debat
pembicara dapat menunjukkan sikap intelektualnya.
C.
Aspek-Aspek Debat Aktif
Aspek-aspek
debat aktif adalah segi dalam debat yang
memenuhi
kelengkapan keberlangsungan debat. Berdasarkan urutan
pada
bagian sebelumnya, bahwa debat memiliki aspek yang harus
diperhatikan
karena merupakan bagian yang saling berkaitan antara
satu
dengan yang lainnya.
Adapun
aspek-aspek dalam debat diantaranya adalah:
1.
Tema
Tema
adalah suatu hal yang merupakan masalah atau persoalan
yang
akan dibahas dan dikembangkan didalam debat. Tema
menjadi
pokok pembicaraan dan hampir selalu melekat dan menjiwai
seluruh
proses debat. Sehingga tema harus dipilih dengan berbagai
penyesuaian,
agar debat tampak hidup. Tema debat sebaiknya
ditentukan
dan dipublikasikan terlebih dahulu sebelum debat itu
sendiri
dilaksanakan.
Tema
debat akan lebih baik jika merupakan masalah yang menarik
dan
aktual atau diaktualisasikan untuk dapat mengundang pendapat
kritis
dan rasa ingin tau pendengar.Untuk itu, sebuah tema dalam
debat
harus dapat membangkitkan prosedur niatan yang ada dalam
jiwa
seseorang terhadap hal atau tema yang dimaksud, pertamakali
harus
dapat menarik perhatian.
Tema
debat yang menarik perhatian akan mendatangkan minat dan
hasrat
akan muncul untuk mengetahui isi tema lebih lanjut. Jika isi
tema
telah atau sudah diketahui secara keseluruhan, maka akan diambil
suatu
keputusan, kemudian tergerak untuk dilakukan tindakan
nyata
sebagai wujud dari hasil pengambilan keputusan.
2.
Moderator
Moderator
adalah orang yang memimpin jalannya debat.
Sebagai
pemimpin, moderator bertindak memandu, menengahi,
semacam
mewasiti pembicaraan dalam debat. Menjadi seorang
moderator
dalam suatu debat sebenarnya tugas yang amat berat,
yakni
memimpin dan mengarahkan jalannya keseluruhan proses
debat.
Moderator harus sungguh-sungguh menguasai bahan-bahan
yang
diperdebatkan.
Dalam
suatu proses debat, moderator harus bersikap netral serta
tegas
dalam menegakkan ketertiban, sopan santun dan disiplin dalam
menggunakan
waktu. Namun dalam hal-hal tertentu moderator juga
dituntut
mampu bersikap persuasive bahkan kalau diperlukan harus
mampu
menciptakan suasana yang segar misalnya melalui humor
yang
sehat. Disamping itu, seorang moderator harus mempunyai
kepribadian
yang mantap agar dapat menghadapi kesulitan yang kerap
muncul
dalam proses debat.
Mengingat
tugas yang harus dipikul, maka untuk menunjuk
moderator
dalam suatu debat harus dipilih seseorang dengan
kriteria-kriteria
yang dapat dipenuhi, paling tidak mendekati
kriteria-kriteria
yang sudah dijabarkan diatas.
3.
Peserta
Peserta
adalah orang yang mengambil peran dan terlibat
langsung
untuk menyumbangkan gagasan dalam sebuah debat.
Peserta
debat bisa terdiri dari perseorangan atau kelompok. Peserta
dibagi
kedalam dua pihak atau lebih yang berseberangan, yaitu
pihak
pendukung dan pihak penyangkal. Pihak pendukung harus
mengajukan
usul negatif atau sanggahan terhadap kandungan tema
yang
disuguhkan dalam debat.
Dalam
suatu debat, peserta merupakan komunikator atau
pembicara
yang bertugas utuk meyakinkan pendengar melalui usulusul
mereka.
Sehubungan dengan hal itu, terdapat sejumlah faktor
yang
harus diketahui dan dimiliki oleh peserta debat selaku pembicara
atau
komunikator, antara lain ialah sebagai berikut:
a.
Ethos
Yang
dimaksud dengan ethos dalam komunikasi adalah
hal-hal
dasar yang dimiliki oleh seorang pembicara sehingga dia
dapat
menjadi sumber kepercayaan bagi para pendengarnya.
Kepercayaan
tersebut akan timbul berdasarkan karakter yang
dimiliki
oleh pembicara. Karakter tersebut antara lain berupa
wibawa,
pengetahuan dan komitmen pembicara terhadap tema
yang
dibicarakan.
b.
Pothos
Pathos
adalah kemampuan berbicara dalam
menyampaikan
himbauan emosional yang dapat menyentuh
perasaan
para pendengarnya, misalnya melalui pemilihan kata dan
kalimat
yang tepat, intonasi nada yang bervariasi dan lain
sebagainya.
Sehingga baik secara sadar maupun tidak sadar telah
menjadikan
para pendengarnya berada di pihak pembicara.
c.
Logos
Logos
merupakan kemampuan pembicara untuk
menyampaikan
imbauan logis dalam suatu usul berdasarkan
hasil
pemikiran yang konstruktif dan mantap sehingga diluar
pemikiran
pembicara tersebut dapat dicerna dan diikuti oleh
pendengar.
4.
Pendengar
Debat
dapat saja dihadiri oleh para pendengar dari berbagai
kalangan,
para pendengar dituntut untuk memperhatikan jalannya
perdebatan
secara aktif, karena pada akhir debat para pendengar
biasanya
di minta untuk menyampaikan opini atau pemberian
suara
terhadap hasil debat. Oleh karena itu, pendengar harus dapat
mengembangkan
dirinya agar menjadi pendengar yang baik.
Berikut
ini adalah rangkaian seni mendengar, antara lain adalah:
a.
Keadaan fisik dan mental harus netral tidak ada tekanan.
b.
Mengembangkan rasa ingin tau dan kesediaan untuk
mendengarkan.
c.
Memperhatikan sikap pembicara.
d.
Memperhatikan cara penggunaan bahasa pembicara.
e.
Memberikan penilaian atas jalan pikiran pembicara,
argumentasi
dan jalan pemecahan yang diajukan pembicara
serta
fakta-fakta pendukungnya.
f.
Membandingkan persamaan atau perbedaan antara hasil
analisis
yang dikemukakan oleh pembicara dengan
pengetahuan
yang dimiliki.
5.
Waktu
Pihak
penyelenggara harus merancang alokasi waktu debat
sesuai
dengan kebutuhan, para peserta harus diberi kesempatan
secukupnya
untuk memaparkan usul mereka secara jelas.
Hendaknya
penjabaran alokasi waktu dijabarkan kepada peserta
debat
terlebih dahulu sebelum debat dimulai.
D. Prosedur
Metode Debat Aktif
1.
Kembangkan pernyataan yang mengacu pada isu kobtroversia
yang
berhubungan dengan materi yang akan disampaikan. Sebagai
contoh,”Terdapat
terlalu banyak pengembangan obat baru saat
ini.”.
2.
Bagilah kelompok menjadi dua tim debat. Berat penugasan untuk
posisi
“pro” ke satu tim dan posisi “kontra”kepada yang lainnya.
3.
Selanjutnya, buatlah dua hingga empat kelompok di dalam setiap
tim
debat. Kelas yang berisi dua puluh empat peserta, misalnya,
kita
dapat membuat tiga kelompok yang pro dan tiga kelompok
yang
kontra, masing-masing berisi empat anggota. Mintalah setiap
kelompok
untuk mengembangkan argument sesuai posisi
penugasannya.
Pada akhir diskusi, mintalah setiap kelompok
untuk
memilih juru bicara.
4.
Susunlah dua baris yang saling berhadapan yang terdiri dari dua
sampai
empat kursi setiap barisnya (tergantung jumlah kelompok
kecil
yang dibuat untuk setap posisi) bagi juru bicar dari tiap tim.
Tempatkan
peserta lainnya di belakang juru bicara mereka. Untuk
contoh
di atas, pengaturannya akan seperti berikut:
x x
x
x
x
x
x
pro kon x
x
pro kon x
x
pro kon x
x
x
x
x
x
x
Mulailah
debat dengan meminta para juru bicara mempresentasikan
pandangan
mereka. Proses ini disebut “argumen pembuka”.
5.
Setelah semua orangmendengarkan argument pembuka, hentikan
debat
dan kumpulkan kelompok. Mintalah kelompok-kelompok
untuk
membuat strategi guna menghadapi argument pembuka dari
pihak
lawan. Kemudan, mintalah setiap kelompok untuk memilih
juru
bicara, lebih baik orang baru.
6.
Mulailah debat. Mintalah para juru bicara unutk memberikan
“argumen
yang menyangkal”. Saat debat dilanjutkan (pastikan
kedua
pihak mendapat giliran), beri semnagat kepada peserta lain
untuk
menyampaikan catatan mereka pada para pendebat yang
berisi
argument anjuran atau bantahan. Juga doronglah mereka
untuk
menyemangati atau memberikan tepuk tangan atau
argument-argumen
dari perwakilan tim debat mereka.
7.
Jika anda pikir waktunya tepat, akhirilah debat.daripada
mengumumkan
pemenangnya, kumpulkan kembali eluruh
kelompok
dengan membuat peserta duduk bersebelahan dengan tim
lawan.
Pertahankan diskusi kelompok secara menyeluruh pada apa
yang
telah dipelajari oleh peserta tentang isu dari pengalaman debat
tersebut.
Mintalah peserta untuk mengidetifikasi argument terbaik
yang
diangkat oleh kedua belah pihak.
E.
Variasi Metode Debat Aktif
a.
Tambahkan satu atau lebih kursi kosong di barisan juru bicara.
Biarkan
perserta menempati kursi kosong tersebut saat mereka
ingin
bergabung dalam debat.
b.
Mulailah aktivitas dengan segera menggunakan argument pembuka
debat.
Lanjutkan dengan debat konvensional, tetapi gantilah para
pendebat
sesering mungkin.
c.
Bualah tiga kelompok pro, ontra, netral. Mintalah kelompok pro
mendebat
kelompok kontra. Mintalah kelompok netral untuk
menambahkan
poin-poin kepada kelompok pro dan kontra.
F.
Teknik dan Taktik Debat Aktif
Teknik
adalah cara, pengetahuan atau kepandaian melalui segala
sesuatu
yang berkenan dengan debat sehingga bermanfaat bagi
penerapan
debat. Sedangkan taktik debat adalah siasat, kecerdasan,
tindakan
atau daya upaya untuk mencapai maksud dan tujuan debat
dengan
suatu sistem atau cara tertentu. Pada dasarnya teknik debat
terdiri
dari dua macam, sesuai dengan pengelompokannya, ada yang
berposisi
sebagai penguat usul dan ada yang menentangnya.
1.
Teknik Mempertahankan Usul
Pada
dasarnya teknik mempertahankan usul dapat ditempuh
melalui:
a.
Taktik Penegasan
Dalam
taktik penegasan satu item yang terkandung didalamnya
adalah
taktik pengulangan, taktik mempengaruhi, taktik
kebersamaan,
taktik kompromi, taktik diiyakan dan taktik
kesepakatan.
b.
Taktik Bertahan
Dalam
taktik bertahan mencakup taktik mengelak, taktik
menunda,
taktik membinasakan, taktik mengangkat, taktik
terimakasih,
taktik menggambarkan, taktik menguraikan dan taktik
membiarkan.
2.
Teknik Mempertentangkan Usul
Teknik
ini dapat ditempuh melalui:
a.
Taktik menyerang, meliputi taktik bertanya balik, taktik
provokasi,
taktik antisipasi, taktik mengagetkan, taktik mencakup,
taktik
melebihlebihkan dan taktik memotong.
b.
Taktik menolak meliputi taktik memungkiri dan taktik kontradiksi.
Teknik
dan taktik diatas adalah cara efektif untuk mengawal proses
perdebatan.
G.
Manfaat Diterapkannya Metode Debat Aktif
Miller,
Mayer dan Pattirck seperti yang dikutip oleh Percy E. Buruup
dalam
sebuah buku Moderan High Scool Administration menunjukkan
berbagai
macam manfaat kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.
Mereka
menunjukkan bahwa program tersebut mampu memberikan
sumbangan
yang signifikan bagi siswa, khususnya bagi pengembangan
kurikulum
dan bahkan bagi masyarakat. Secara terinci manfaat yang dapat
diambil
dari proses pembelajaran dengan metode debat aktif adalah:
1.
Manfaat Bagi Siswa
a.
To provide opportunities for the pursuit of established
interest
and the development of new interest.
b.
To educate for citizenship trought experiences and
insight
that stress leadership, fellowship, corporation, and
independent
action.
c.
To develop school spirit and morale.
d.
To encourage moral and spiritual development.
e.
To strengthen the mental and physical health of student.
f.
To provide for a well rounded of student.
g.
To widen student contact.
h.
To provide opportunities for student to exercise their
creative
capacities more fully.
2.
Manfaat Bagi Pengembangan Pendidikan
a.
To supplement or enrich classroom experiences.
b.
To explore new learning experience which may
ultimately be incorporated into the
curriculum.
c.
To provide additional opportunity for individual and group
guidance.
d.
To motivate classroom instruction.
e.
To improve education metode.
H.
Kelebihan Dan Kelemahan Metode Debat Aktif
Bila
kita teliti penggunaan teknik dengan metode debat aktif,
memang
memiliki keunggulan-keunggulan atau kelebihan yang dapat
dirumuskan
sebagai berikut:
1.
Dengan perdebatan yang sengit akan mempertajam hasil
pembicaraan.
2.
Kedua segi permasalahan dapat disajikan, yang memiliki ide
dan
yang mendebat atau menyanggah sama-sama berdebat untuk
menemukan
hasil yang lebih tepat mengenai suatu masalah.
3.
Siswa dapat terangsang untuk menganalisa masalah di dalam
kelompok,
asal terpimpin sehingga analisa itu terarah pada pokok
permasalahan
yang di kehendaki bersama.
4.
Dalam pertemuan debat itu siswa dapat menyampaikan fakta
dari
kedua sisi masalah, kemudian diteliti fakta mana yang benar
atau
valid dan bisa dipertanggung jawabkan.
5.
Karena terjadi pembicaraan aktif antara pemrasaran dan
penyanggah
maka akan membangkitkan daya tarik untuk turut
berbicara,
turut berpartisipasi mengeluarkan pendapat.
6.
Bila masalah yang diperdebatkan menarik, maka pembicaraan itu
mampu
mempertahankan minat anak untuk terus mengikuti
perdebatan
itu.
7.
Untungnya pula metode ini dapat dipergunakan pada kelompok
besar.
Tetapi
dalam pelaksanaan metode debat ini kita juga
menemukan
sedikit kelemahan, hal mana bila dapat diatasi. Guru
akan
mampu menggunakan metode ini dengan baik. Kelemahan itu
diantaranya
adalah:
1.
Didalam pertemuan ini kadang-kadang keinginan untuk menang
mungkin
terlalu besar, sehingga tidak memperhatikan pendapat
orang
lain.
2.
Kemungkinan lain diantara anggota mendapat kesan yang
salah
tentang orang yang berdebat.
3.
Dengan metode debat membatasi partisipasi kelompok, kecuali
kalau
diikuti dengan diskusi.
4.
Karena sengitnya perdebatan bisa terjadi terlalu banyak emosi
yang
terlibat, sehingga debat itu semakin gencar dan ramai.
5.
Agar bisa dilaksanakan dengan baik maka perlu persiapan
yang
teliti sebelumnya.
BAB
II
PENUTUP
Kesimpulan
Penggunaan
metode debat aktif adalah salah satu usaha yang
dilakukan
guru dalam mengajar agar siswa dalam belajar bersemangat dan
bergairah
serta berminat dalam belajar, sehingga hal tersebut memicu dalam hal
keberhasilannya
dalam belajar. Guru yang terampil dan penuh tanggung
jawab,
akan selalu berusaha menciptakan suasana kelas dalam keadaan hidup
dan
menyenangkan. Tidak dapat diragukan lagi bahwa pengetahuan guru
dalam
mengelola kelas sangat diperlukan. Oleh karena itu, guru harus bisa
memilih
metode belajar agar dapat membangkitkan gairah dan semangat belajar
siswa
sehingga tujuan belajar akan tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Darmawan, Deni
dan Didi Supiadi.2012. Komunikasi Pembelajaran.Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.2010.
Siberman,
Mel.2010.101 Cara Pelatihan dan Pembelajaran Aktif. Jakarta:Indeks